ketika detik-detik mendekati UN atau ujian apapun, aku selalu bilang kepada nenek untuk minta doanya. Ku telpon ia, dan ia sambut dengan suara yang amat halus. kata yang pasti ia tanyakan duluan kepadaku adalah..SEHAT??.. itu adalah kata pembuka ketika ia ingin bicara denganku. kangenku hilang ketika mendengar suaranya.
Namun, sekarang aku gak bisa minta doanya lagi apalagi mendengar suaranya.
Tentang ia yang selalu mendengar semua keluh kesahku
Tentang ia yang selalu tertawa dan memberikan kepadaku
Tentang masakan rendangnya yang paling enak sedunia gak ada yang bisa menandingi
aku kangen akan diirinya
kurang lebih 3 bulan ia berada di rumahku..
dengan tubuh yang renta lagi sakit
dengan jalan yang sudah terseyok-seyok..
menyesal aku disaat masa-masa itu aku selalu mengomeli nenekku ajah
terkadang aku juga merasa kesal gitu
karena kelakuannya berubah layaknya anak kecil
memang wajar orang yang tua akan balik lagi menjadi anak kecil
belu sempat aku meminta maaf kepadanya belum sempat aku membahagiakannya
ia telah dipanggil yang mahakuasa..
tepat saat esok harinya aku berulang tahun yang ke-17
saat usiaku genap tujuh belas tahun, aku harus merelakan orang yang ku sayangi
terkubur dalam tanah yang dapat ku temui lagi di dunia
satu hal yang paling berharga adalah kado yang ia berikan walau tidak seberapa
kado yang ia berikan pertama dan terakhir bagiku, yang ia berikan sebelum akhirnya ia kritis saat itu
pesan yang selalu ia utakarakan padaku adalah jangan lupa sholat dan ngaji
harus rajin belajar dan jangan nakal sama orang tua
itulah kata-kata yang selalu teringat dalam benakku..
ku harap siapapun yang membaca ini dapat terbuka hatinya untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk orang yang kita cintai dan sayangi
Komentar
Posting Komentar