Hujan yang rintik seakan mengghantarkan pesan, pesan yang memberikan suatu cerita, cerita mengenai perasaan ini. Perasaan ini yang terkubur dalam hati yang tak pernah terbuka. Terbuka mengungkapkan segala yang apa yang terjadi. Kejadian yang ku alami dan kejadian yang selanjutnya aku tempuh. Menempuh sesuatu yang tidak mudah. Mudah untuk menghapuskannya itupun sulit. Sulit ku percaya semua itu terjadi padaku, dan semua itu mungkin akan terjadi padaku dilain waktu yang akan mendatang, dan mungkin saja akan ada sesuatu yang baru yang harus ku lewati. Jujur mungkin saat ini aku berada dalam jurang terdalam dan akupun bingung untuk mencari jalan untuk aku kembali keatas. Tapi walaupun aku bingung aku yakin aku pasti bisa untyk mencari jalan agar aku kembali keatas, di tempat aku dulu. Dan aku juga yakin suatu saat aku akan kembali keatas dan aku akan menghindari dan menjauh dari jurang yang dalam tersebut, dan segala apapun yang dapat membuat aku kembali ke jurang itu. Cukup sudah aku...
Postingan
Menampilkan postingan dari Januari 13, 2015
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
aku bingung untuk menceritakan kepada siapa mengenai apa yang terjadi padaku. Aku tak mau orang lain bersedih karena aku. Aku gak mau menyusahkan mereka. Dengan adanya blog ini, aku bisa mencurahkan segala isi hati dan pikiranku, tentang yang ku pikiran dan yang ku rasa. Maaf sebelumnya bila ada pihak yang tersinggung dengan postinganku.. tapi itu semua tentang identitas telah ku rahasiakan, diblog ini aku menulis dengan bahasa kiasan dan perumpamaan.
coba kalian pikirkan?
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Aku tak mengerti tentang pendapat orang mengenai diriku, apakah aku terlalu jelek?, apakah aku terlalu jijik?. Segitukah pikiran?? begitukah mata yang memandang ?? apakah begitu memang benar pendapat orang mengenai diriku?. Apakah seseorang hanya dilihat hanya dengan fisiknya saja? apakah seseorang hanya dilihat dari kehebatannya? apakah seseorang hanya dinilai dari akhirnya?? bukan dari proses ia menuju baik?. Apakah semua itu harus berdasarkan kuantitas semata, bukan kualitas?. Mata yang digunakan untuk melihat hendaknya dapat melihat seseorang dari segi hatinya yang tulus, pikiran juga harus digunakan untuk dapat membedakan mana yang baik dan buruk. Pendengaran yang diberikan seharusnya dapat digunakan untuk mendengar suara hati yang brada dalam hati seseorang.... sebegitukah manusia??